teruntuk kamu,

Teruntuk kamu, hatiku ..

Mungkin ini adalah kalimat teromantis yang pernah keluar dari bibir saya buat kamu, dan saya yakin kamu ga akan sanggup menyadari bahwa saya bisa seromantis ini :) bahkan saya pernah berniat menyanyikan kamu lagu bunda-nya teh Melly dengan wajah paling tulus yang saya punya, dengan gitar akustik dan memastikan pipi kamu memerah malu karna saya lebay :p Tapi sayang, jari saya yang indah nan lentik ini ga cukup mampu memetik gitar usang sekalipun (niat itu saya urungkan)

Telah lama rasanya saya ga ada dipangkuan kamu, sekedar berceloteh sekalipun.  Mungkin kamu merasa saya telah menjadi orang lain atau direbut yang lain. Mungkin kamu marah ..

Mungkin kamu marah karna saya ga lagi hadir diacara masak kamu, mungkin kamu marah karna saya ga lagi sempat menyendokan makanan ke mulut kamu saat makan siang kita, mungkin kamu marah karna hari dimana ijab akan terucap semakin dekat. Saya yakin kamu tau kemana setiap detik saya kini beralih, Saya yakin kamu tau persis setiap alasannya tapi kerasnya kepala kamu menghalangi kamu untuk mengerti.

Dihati saya masih kamu, masih kamu :)

Jangan pernah lagi menatap saya dengan pertanyaan, “Dia atau Aku?!”. Saya ga akan pernah mampu memilih, dia bukan orang yang pantas kamu cemburui karna kamu dan dia punya tempat masing-masing yang ga mungkin saling menggantikan.

Walau hari ijab terucap semakin dekat, walau setelah itu ridho miliknya menjadi lebih utama dari ridho kamu, walau perwalian kamu akan segera berakhir dan beralih untuk dia, ga akan pernah lelah bibir ini berdoa untuk kamu, untuk keselamatan dunia dan akhirat kamu, percayalah ..

Dan jika sesekali kamu merindukan si  bontot kamu yang manja, mintalah. Akan saya lakukan, untuk sekedar mengukir senyum kamu lagi :)

Teruntuk Kaidah Daryani,

yang pencemburu :P

mungkin waktu

ridatrias 4

Mungkin waktu yang salah, telah biarkan saya mengenal kamu. Mungkin waktu yang salah, membiasakan saya berjalan disamping kamu. Mungkin waktu yang salah, biarkan setiap sudut rumah saya adalah kamu. Mungkin waktu yang salah, biarkan waktu kosong saya adalah waktu kita. Mungkin waktu yang salah, membuat setiap senggang kita adalah celoteh saya. Mungkin waktu yang salah, biarkan kita saling meracuni. Mugkin waktu yang salah, biarkan kamu mengisi setiap ruang kosong didada saya. Mungkin waktu yang salah, membuat detik ini ga lengkap tanpa kamu ..

seperti bait pertama,

aku coba menahan tak menangisimu, dibait pertama. Sekuat kaki ini ku coba berlari, tetapi hati ini menuntunnya kembali ke bait pertama**

** Bait Pertama – Sheila On 7

kemarilah

kemarilah,

biar ku bisikan kau sesuatu,

“alangkah lebih baiknya jika cermin yang sekarang kau tegakan dihadapku,  kau tegakan lebih dulu dihadapmu

Lalu aku?

aku akan menegakan cermin untukku sendiri

dan kau?

biar ku buat kau tenang,

sesungguhnya engkau lebih baik dari ku”

Saya dititik milik saya

*Aslinya saya bingung sama title yang saya buat itu, biasa terjadi waktu hasrat lagi tinggi tapi otak buntu ehehe.

Perjalanan pulang kuliah tadi dibusway menyisakan satu pemikiran baru untuk kepala saya. Saya merasa lelah, bukan lelah berjalan dari kampus ke halte busway tapi lelah pake perasaan waktu temenan (dengan raut wajah datar, males gimana gitu). Saya terlalu berperasaan :( Saya hobi menanggapi candaan-candaan kecil dengan serius. Membawa rasa keselnya kerumah, disimpan sampe besok dan nunggu mood saya baik lagi. Ah jadi saya nunggu mood saya sendiri yang menetralkannya? Saya dikendalikan mood?! It’s not good, right? Mestinya saya yah mengendalikan mood saya, menciptakan sendiri rasa nyaman saya dan membuat hati saya A saat saya mau dia A, membuat hati saya B saat saya mau dia B, dan begitu seterusnya ..

Saya lelah -,-)’

Green_Day-American_Idiot-Frontal cut

Saya mau santai nanggepin hal-hal kecil yang bisa ngebuat hati saya kotor karna rasa kesel, ngebuat mood saya berantakan.Mulai sekarang lebih santai dan harus bisa ngendaliin hati saya. YA HARUS!! :)

 

Setiap perkataan yang menjatuhkan, tak lagi ku dengar dengan sungguh

Juga tutur kata yang mencela, tak lagi ku cerna dalam jiwa

Padi – Sang penghibur

 

*gambar pengiring ini dicrop dari cover album greenday-american idiot

Gagal dan bukan delay

Setiap langkah adalah sebuah pertaruhan menuju jalan kebagiaan atau penderitaan. Maka setiap keputusan sewajarnya tak boleh ada kata sesal ..

Saya masih ga habis pikir dengan semua yang terjadi. Sebelum ini saya sangat merindukan rasa sakit, ‘sangat’ saya bilang, yaa sangat!

Sakit itu bisa dirindukan juga yah ternyata? Ehehe

*jadi inget,

Abu Darda’ menuturkan, ada 3 hal yang dibenci orang-orang namun aku menyukainya. Ketiganya adalah,

1.       Aku suka kefakiran, karna ketenangan hati

2.       Aku suka sakit, karna pelebur dosa

3.       Aku suka kematian, karna pertemuan dengan Allah

Bagaimana mungkin, saya yang dalam keadaan baik-baik aja membutuhkan rasa sakit? Apa ini sifat umum dari kebanyakan manusia. Dikasihnya A mintanya B, dikasihnya B mintanya A. Tak pernah cukup!

Gagal? Begitu sensitif saya dengar. Siapa yang tak sedih gagal? Gagal dan bukan delay! Ah sudahlah, saya mulai menikmati rasa sakit ini! Sakit yang saya rindukan :)

ridatrias

*saat saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, saya ga menyebut itu sebagai pengorbanan. Karna gada satupun orang yang memaksa saya melakukannya.

masker dan lagu gembira yang membuatnya sedih

Lepas magrib saya duduk didepan tv. Saya sedang berhalangan untuk sholat, kemudian memilih begini saat seruan sholat. Alih-alih menonton tv, si kotak itupun saya nyalakan. Tapi tak maksimal karna tidak lengkap audio visual yang saya nikmati. Mata saya asik menatap pulpen tinta hitam yang dimainkan oleh jari lentik saya, sementara telinga saya cukup mampu memaksimalkan fungsinya untuk pengabdian pada tv hahaha. Seketika mata saya berpaling kearah tv saat mendengar ‘leukimia’, sakit yang telah mengantarkan seorang sahabat pergi :(

ElshintaTv, siaran tv lokal ini sedang menyorot bangsal anak di sebuah Rumah Sakit milik pemerintah. Saat saya mulai tertarik menatap layar tv, sang kamera utama sedang menyorot seorang anak perempuan penderita leukimia. Mengenakan masker, bernyanyi lagu gembira dengan mata sendu. Ah, hati saya sakit! :( Saya pikir umurnya tak lebih dari 5tahun, tapi apa ia mampu berpikir bahwa sakit yang dideritanya sewaktu-waktu bisa membuatnya tertidur dan tak terbangun lagi? Saya yang justru ga mampu berpikir, sementara anak lain seusianya bermain riang dengan tawa ditaman kanak-kanak tapi dia justru asik dengan mata sendunya.

Saya mau jadi bagian dari senyum dan tawanya, saya mau :(


*mohon ajakannya. Saya butuh air untuk kehausan jiwa saya ini, saya merasa ga mampu melangkah sendiri :(

senja sabtu malam

ridatrias

Duduk bersila ditempat favorite saya, dengan rok warna cream dan corak bunga-bunga mungil coklat. Ah, rok saya telah lusuh, tapi tidak hati saya :) *hahaha* Ini senja sabtu yang indah, saya sendiri menatap langit :)

Terlalu banyak senyum sore ini, kehausan untuk berbagi bahasa tulisan kini tercapai :D Rasanya telah lama saya tinggalkan sang KemilauStardust. Sesekali login, menatap dashboard dan logout. Ah mood saya begitu mudah datang dan pergi.

Tiba –tiba saya mau bersandar, saya lihat keliling tapi tak ada satupun benda yang mampu menopang badan saya yang gendut inih :D :D Saya coba melongok ke belakang, kotor! Tapi saya pikir tak apalah kaos hitam ini kotor, saya hanya ingin leluasa menatap langit dan menambah senyum saya karna mulai kembali kesini.

Biar makin sempurna senja sabtu ini :)

pelukis malam

 

ridatrias*pulang kampus, kucel, belom mandi, abis ngobak, glesoran ditanah, mungutin akua. Sidejob :D *

..

jreeeeeng,

rembulan senja malam pelan muncul hilang di ufuk barat ufuk timur
aku duduk dan hanyut terbuai
oh bintang kejora susul sang angin malam panjang
aku diam dan hirup dalam nafas
dapatkah aku melukis dikau
wahai malam panjang tuntunlah penaku
melukis wajahmu di dalam kalbu
wahai malam panjang buailah diriku
binatang malam lirih mengisi sunyi damai
aku berdiri dengan takjub
oh langit malam payungi gugusan bintang kecil
aku terpejam mengucap doa
dapatkah aku melukis dikau

Nugie – Pelukis malam
(mengamalami beberapa perubahan, menyesuaikan situasi dan kondisi :D )


Pagi sepi sunyi saya kali ini ditemani oleh suara indah Nugie. Taukan anda, saat ini saya sedang diatas genteng :D menikmati ujung malam yang sejuk. Saya selalu merindukan saat seperti ini, terlalu dan selalu ..

Jum’at penuh berkah yang saya awali  didetiiik ini dengan indaaaaaaah :) Angsa kecil berwarna cokelat yang saya buat beberapa detik lalu dari kertas origami turut menghantarkan saya, saya letakkan diatas tuts putih ini sengaja untuk menemani jari lentik saya menhasilkan bunyi ckckckckck dengan lembuuuut. Sang langit ujung malam tepat diatas kepala saya, menarik ujung bibir saya untuk tersenyum. Kenapa pagi ini saya begitu bahagia?? entahlah, saya hanya mampu bersyukur.

Terimakasih Ya Rabb ..

dimatamu masih tersimpan selaksa peristiwa

dimatamu masih tersimpan selaksa peristiwa

benturan dan hempasan terpahat dikeningmu

kau nampak tua dan lelah ..

Ebiet G Ade – Titip Rindu buat Ayah

 

ini tentang seseorang yang biasa memanggil saya ‘neng’, sekali lagi saya suka dipanggil neng apalagi lengkap dengan neng nda :) seseorang ini entah berasal dari mana, tapi sejak beberapa minggu yang lalu dia ‘berkeliaran’ didaerah rumah saya. namanya Lia, orang menyebut atau memanggilnya begitu. seorang yang mengalami gangguan kejiwaan, menarik karna selalu bersikap bersahabat terhadap saya. berjalan dengan baju yang ga layak dan ‘tidak wangi’. ga sekali saya memperhatikan dia, karna dia memang sering duduk didepan rumah saya. dia suka nyanyi, dan suaranya cukup baik. pernah sekali waktu dia menyapa saya yang mau berangkat kuliah,

“neng, perut gue sakit nih”

tatapan saya langsung ‘berisi’, saya liat bagian bawah celana yang beliau kenakan terdapat bercakan merah seperti darah. saya memutuskan untuk kembali kerumah, bilang sama mama. trus mama menyuruh saya membawakan obat pereda sakit saat menstruasi dan segelas akua. saya kembali,

“ibu lagi ‘dapet’ yah? mau minum ini?”

“itu obat mens ya?”

“iya ..” sambil menyerahkan akua dan obat tadi

dia mengambil dan meminumnya, saya beranjak pergi. tapi dia kembali memanggil saya,

“neng, makasih yah”

tatapannya kosong tapi senyumnya menawan. mungkin dulu dia bunga, karna masih terlihat jelas garis kecantikannya. usut punya usut, dulu dia tinggal juga didaerah sini, ngekos dan kerja dibiliard ga jauh dari sini pula. usut punya usut lagi, dulu dia pernah diajak ke Batam sama teman lelakinya, tapi entah kenapa kembali lagi. pernah waktu itu saya dengar dia berceloteh kasar, saya perhatikan sekeliling gada seorang pun. dia bilang,

“dasar lo bre***sek, udah gue baikin loh malah ngejual gue. gatau diri loh!!”

pikiran saya tiba-tiba melayang, berusaha menyangkutkan semua yang tadi dia bilang. ah saya dapat, jadi cerita usut punya usut tadi benar adanya, *kira-kira begitu* lalu saya mencoba memposisikan diri saya untuknya, mempercayai seseorang dan dikhianati tanpa belas kasih sedikitpun. terseok sendiri, saya ga mampu membayang itu terjadi, saya miris dan sedih.

 

wanita itu ibu kan yah? :(

 


oleh R Rian Angga II

Keterampilan dan Keahlian Siswa Mempermudah Mencari Pekerjaan

kemajuan zaman di berbagai belahan dunia, membuat masyarakat sadar akan arti penting sebuah pendidikan. ragam budaya barat dan teknologi informasi memaksa bangsa indonesia bekerja keras mencari cara mengkuti trend yang ada. di era global saat ini memicu banyak orang berlomba untuk saling membekali diri dengan ilmu pengetahuan. pendidikan yang didapat sejak TK, SD, SMP, SMA, hingga jenjang perguruan tinggi ini adalah teori yang bersifat umum atau pendidikan formal melalui kegiatan belajar mengajar dikelas dengan materi yang disampaikan berdasarkan acuan kurikulum berstandar.

namun tanpa disadari, faktor  pendidikan informal dirasakan mampu memberi ruang kerja bagi masyarakat. prioritas pretasi akademik para siswa di indonesia, banyak dipengaruhi oleh kemauan dan ketekunan belajar melalui pendidikan informal atau pendidikan yang diarahkan untuk tujuan melatih keterampilan yang dimiliki para siswa sesuai dengan bakat, keahlian, dan kemampuan.

di era persaigan global ini, pemahaman atas ilmu pengetahuan saja dirasakan tidak cukup untuk membekali seseorang hingga dapat berdiri sendiri mencapai kesuksesan, faktor keterampilan dalam diri sendirilah yang menjadi penunjang untuk membekali diri dalam memasuki era ‘edan’ yang sangat ketat ini. ada orang mengatakan, tinggal di ibu kota tanpa kemampuan dan keahlian, siap-siap anda menjadi gila dan stres.

dalam hal ini peran serta pemerintah untuk memberikan fasilitas umum kepada masyarakat khususnya siswa sekolah, akan memberikn keterampilan dan kemampuan siswa, seperti menyediakan pusat-pusat keterampilan bengkel otomotif, menjahit, memasak, perbaikan service hp, lembaga pendidikan pelatihan komputer, lembaga pendidikan bahasa asing dan pelatihan berwirausaha. yang kesemua tentunya disertai pengajar-pengajar yang profesional.

karena pelatihan seperti itu sangat berguna dan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan sumber daya manusia yang produktif, sumber daya manusia yang dapat bersaing ketat dengan perubahan dan persaingan disekelilingnya. peran pemerintah dalam faktor biaya yang bersifat subsidi atau pinjaman juga sangat menentukan kinerja dan produktifitas para siswa yang ingin membuka peluang usaha pekerjaan sendiri. kemandirian mereka sangat membantu orang tua mngurangi biaya yang dikeluarkan.

faktor penunjang prestasi akademik siswa dapat diperoleh melalui pendidikan informal, kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan membekali siswa dengan keterampilan khusus dalam berbagai bidang yang diminati. peran serta sekolah, masyarakat, pemerintah sangat berpengaruh menentukan produkfitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa ini.

 

oleh

Raden Rian Angga

Raden Rian Angga