Teruntuk kamu, hatiku ..
Mungkin ini adalah kalimat teromantis yang pernah keluar dari bibir saya buat kamu, dan saya yakin kamu ga akan sanggup menyadari bahwa saya bisa seromantis ini
bahkan saya pernah berniat menyanyikan kamu lagu bunda-nya teh Melly dengan wajah paling tulus yang saya punya, dengan gitar akustik dan memastikan pipi kamu memerah malu karna saya lebay :p Tapi sayang, jari saya yang indah nan lentik ini ga cukup mampu memetik gitar usang sekalipun (niat itu saya urungkan)
Telah lama rasanya saya ga ada dipangkuan kamu, sekedar berceloteh sekalipun. Mungkin kamu merasa saya telah menjadi orang lain atau direbut yang lain. Mungkin kamu marah ..
Mungkin kamu marah karna saya ga lagi hadir diacara masak kamu, mungkin kamu marah karna saya ga lagi sempat menyendokan makanan ke mulut kamu saat makan siang kita, mungkin kamu marah karna hari dimana ijab akan terucap semakin dekat. Saya yakin kamu tau kemana setiap detik saya kini beralih, Saya yakin kamu tau persis setiap alasannya tapi kerasnya kepala kamu menghalangi kamu untuk mengerti.
Dihati saya masih kamu, masih kamu
Jangan pernah lagi menatap saya dengan pertanyaan, “Dia atau Aku?!”. Saya ga akan pernah mampu memilih, dia bukan orang yang pantas kamu cemburui karna kamu dan dia punya tempat masing-masing yang ga mungkin saling menggantikan.
Walau hari ijab terucap semakin dekat, walau setelah itu ridho miliknya menjadi lebih utama dari ridho kamu, walau perwalian kamu akan segera berakhir dan beralih untuk dia, ga akan pernah lelah bibir ini berdoa untuk kamu, untuk keselamatan dunia dan akhirat kamu, percayalah ..
Dan jika sesekali kamu merindukan si bontot kamu yang manja, mintalah. Akan saya lakukan, untuk sekedar mengukir senyum kamu lagi
![]()
Teruntuk Kaidah Daryani,
yang pencemburu






